UNPUBLISHED-DELETED STORY..................


 

hai mungkin kalian nyasar masuk ke postingan ini dari video yutub, 

atau mungkin bisa saja karena tak sengaja kesini saat menelusuri mesin pencarian.

"UNPUBLISHED-DELETED STORY"

kalian akan paham mengapa itu ku jadikan judul postingan ini.

aku menuliskan ini,

kumpulan cerita,

antara aku dan dia, dari sudut pandangku,

cerita yang selama ini tak pernah muncul ke publik,

cerita yang mungkin hanya aku dan dia saja yang tau,

diluar itu mungkin hanya segelintir orang saja yang mendengar sepotong. 


dan karena suatu hal,

cerita-cerita ini sebenarnya juga sempat nyaris hilang tanpa jejak,


aku sengaja menuliskan ini untuk meninggalkan jejak digital,

mumpung filenya masih ada,

juga memanfaatkan historis chat yang tersisa (riwayat chat ini hanya tersisa di hapeku, aku sengaja menggunakan riwayat chat untuk memudahkan mengingat kejadian)


terkadang,

aku orang yang suka bercerita,

juga menghargai kenangan,

maka suatu saat, aku sendiri yang akan datang ke postingan ini untuk membaca ulang 

kumpulan cerita ini jelas tidak menjelaskan semua hal,

hanya mengambil beberapa momen-momen yang pernah terjadi.


tapi biarlah,

apapun itu,

ini adalah sebuah catatan perjalanan..


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

TRIP TO DIENG (NOVEMBER 2018)


sebagai pegawai baru,

yang masih muda nan unyu,

punya waktu luang terutama weekend.

salah satu hal yang menyenangkan untuk dilakukan adalah jalan-jalan.


baiklah, aku jelaskan terlebih dahulu. Awalnya aku dan dia bukanlah siapa-siapa, Yaa, kalimat standar tapi memang  begitu. Aku memang pernah sekelas dengan dia saat kelas X SMA. Lalu juga menghabiskan 3 tahun di kampus yang sama. Namun karena berbeda jurusan saat kuliah, yaa komunikasi antara aku dan dia hanya sebatas teman satu daerah saja.

Semua mungkin bisa dimulai dari sini, agenda dolan bareng ke Dieng.

Dan percayalah, meskipun aku saat itu udah mulai sikit-sikit iseng chat dia, nanggepin status medsosnya, cek ombak lah ya.

tapi trip ini bukanlah sebuah modus yang ku lakukan untuk mendekatinya, bukan suatu hal yang semata-mata disengaja, semua mengalir saja murni dolan biasa. 

Aku saat itu penempatan di Tangerang. Sudah sepakat dolan bareng dengan temanku Manda(penempatan Temanggung) dan Rizki Wahyu alias Cicik(penempatan Bojonegoro). Aku, Manda, Cicik ini akrab karena PKL di KPP yang sama, yaitu Madiun.
FYI, Manda dan Cicik juga merupakan alumni SMA dan Kampus yang sama denganku. pun begitu maka sama dengan Dia. 

Kalo ingatanku benar, aku yang menghubungi dia dan menawari untuk ikutan. Sebab Purbalingga(tempat dia ditempatkan, termasuk dekat dengan Dieng, juga agar Manda tak jadi perempuan seorang diri tentunya). Setelah semua sepakat, kemudian tersusun skenario yaitu kami sewa mobil dari Purbalingga, lalu aku dan Dia bersama menuju Wonosobo, tempat titik temu yang telah disepakati dengan Manda dan Cicik.

Dalam skrenario tersebut sempat muncul pikiran kikuk dalam benakku, Sebab, berarti aku akan disambut seorang diri oleh Dia di Purbalingga, lalu akan menghabiskan perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam menuju Wonosobo, hanya berdua, baik pulang dan pergi.

Apa aku bisa? Aku mau ngobrol apa dengan dia? setauku dia tipikal orang yang cuek(cap ini muncul semasa SMA, terutama dari cowo-cowo yang mencoba mendekatinya), pun aku bukan orang yang mudah untuk ngobrol ngalor-ngidul apalagi dengan orang yang tidak akrab banget sebelumnya.

……………………………………………………………………………………………………….

Weekend itu tiba,
tanpa perlu cuti dan memang belum boleh cuti, aku berangkat jumat sore dengan estimasi tiba Sabtu pagi.
...........................
…………………………………………………………………………………….

Subuh, langit masih gelap saat aku turun dari Rosalia Indah di perempatan terminal Purbalingga,
Itu merupakan kali pertama aku menginjakkan kaki di Purbalingga(eks Karisedenan Banyumas).
Oh, ini too.. kampungnya Om Indro Warkop DKI. hehe.

Sebenarnya untuk Eks Karesiden Banyumas sendiri, itu bukan merupakan kunjungan kali pertamaku, sebab di awal 2018 aku pernah datang dalam rangka kondangan kakak tingkat yang penempatan di KPP Madiun. (saat saya masih OJT). Acara kondangan itu di daerah Wangon,

Pasca turun dari Rosalia(turunnya di depan Polres, seberang terminal di sebuah perempatan) aku menyeberangi jalan menuju terminal, ku lihat sejenak suasana terminal, terparkir Sinar Jaya dan DMI. Sahih, maka sebagai pengamat dunia perbisan, ku simpulkan nyata adanya bahwa dominasi grup maskapai jalur darat yang bermarkas di Cibitung memang sangat kuat di negeri ngapak.

Aktivitas pagi itu tak terlalu ramai, hanya para tukang ojek yang siap sedia menyambut para penumpang yang turun dari bus-bus Jakartaan, Bus Jakartaan yang menurunkan penumpang lalu melanjutkan perjalanan ke arah Banjarnegara/Wonosobo, dan juga bis bumel lokal yang mengais rejeki jelang fajar menyingsing.


dokumentasi 2018, untung masih ada.

Lalu tak lama kemudian datanglah Scoopy merah,
menghampiriku sesuai titik yang telah disepakati saat berkomunikasi lewat chat.

“Hai, apa kabar?” ku awali pertemuan itu dengan basa-basi tanya kabar, pertanyaan standar, entah apakah saat itu dia mendengar sapaanku, karena dia juga bilang sesuatu yang aku bahkan tak dapat mengingat percakapan saat awal bertemu itu, hahaha. bagiku meskipun kita teman SMA dan Kuliah, tetap itu agak canggung, ya iyalah.
Kan sebelumnya gak begitu akrab hehe.

dia berpindah posisi di boncengan, aku duduk depan membawa motor menuju kontrakannya,
untuk solat subuh dan bersih-bersih diri.

………………………………………………………………………………………………………

Pada kesepakatan jauh hari, dialah yang ditugasi untuk mengatur permobilan, lewat bantuan Satpam kantor, tersewalah mobil Xenia manual untuk kami gunakan menuju ke Dieng.

Perjalanan 2,5 jam menuju Wonosobo dimulai. Semua berjalan lancar. Lancar lalu lintasnya, lancar juga obrolan sepanjang perjalanan. Obrolan kita seputar kehidupan kerja baik itu tentang pekerjaan, tentang teman-teman di pekerjaan, sampai bahas daerah/wilayah kerja khususnya jawa tengah. Yaa tak ku sangka semua mengalir begitu saja hingga akhirnya berjumpa dengan Manda dan Cicik, dan yaaa kita nikmati trip Dieng sesuai dengan Itinerary yang telah disepakati.



………………………………………………………………………………………………………


Tibalah kita di penghujung itinerary,

Turun dari Dieng langsung mengantar Manda dan Cicik ke Terminal Mendolo,
setelah itu aku dan Zalza balik menuju Purbalingga.

Sore itu rencana aku balik ke perantauan naik kereta. sebelum menuju ke Purwokerto, aku ditawari Dia untuk makan salah satu kuliner rekomendasi di Purbalingga yaitu Soto Bancar, soto bancar ini merupakan kuliner sejenis sroto(Soto khas Banyumas). Itu menjadi pengalaman pertamaku mencicipi varian Sroto, dan yaa, aku suka rasanya.

Selesai makan, aku berpisah dengannya, sedikit terasa aneh tapi aku tak mampu mendeskripsikan penyebabnya, apakah itu dari naluri “suka dolanku” sehingga pengen lebih mengeksplor purbalingga mumpung ada temen juga disitu, atau rasa tanggung karena ini mumpung lagi berdua sama Dia? Entah aku tidak bisa menjawab itu.

Lagipula Dia juga bukan siapa-siapaku. Hanya teman alumni SMA dan Kampus yang sama.


Dari Soto Bancar Bu Misdar, aku berpamitan dengannya, lanjut naik Gojek untuk memangkas jarak 20KM dengan stasiun Purwokerto. 

Purwo Jaya tujuan Gambir, pukul 16.00 WIB.

Itu merupakan pertama kali aku naik kereta dari stasiun Purwokerto. Satu hal berkesan tentang stasiun Purwokerto adalah melodi stasiun…


ditepinya sungai serayu, waktu fajar menyingsing

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: 

Mendadak Runner (Desember 2018)

Komunikasiku melalui chat antara aku dengan Dia masih berlanjut, tapi juga tak bisa dibilang intens. Sesekali kita main game hago bareng.

Olahraga berlari saat itu cukup popular, Termasuk di kantor Dia, ternyata juga tak luput dari demam olahraga berlari, bahkan sampai ada grupnya. Dulu sebelum pandemi, banyak event-event lari yang diselenggarkan baik itu oleh instansi pemerintah maupun perusahaan.

Aku yang gagap tren olahraga satu itu, tiba-tiba diajak oleh Dia untuk ikut Pertamina Eco Run 2019 yang kebetulan diselenggarakan di BSD.

Aku masih ndak ngerti, kenapa Dia mau  jauh-jauh keluar kota untuk ikut Eco Run? Yang diselenggarakan di BSD. Sekalian menjumpai adiknya yang saat itu masih kuliah di jurangmangu? Tapi kenapa aku diajak? Karena kosku dekat BSD? Hmm… mungkin begitu. sebab aku gak boleh Ge-Er meski dalam hati seneng bisa diajak event run bareng, tapi aku lebih ndak ngerti lagi, dia ngajak aku ikut event ini, tapi dia juga kesini bawa cowok, Beben, teman satu SMA kami.

Malam minggu sebelum race kita janjian makan malam di AEON, sekalian ngasih race pack.
Aku, Beben, Dia, dan adiknya. Aku ndak tau posisiku disitu sebagai apa, apa aku obat nyamuk mereka atau gimana hahaha. Tapi setauku Beben dan Dia bukan siapa-siapa, entah. pun begitu aku dan Dia. Jadi yaa ini sebut saja ini merupakan circle perlarian semata.

Race Day berjalan lancar, aku berhasil dapat medali 10K meskipun malamnya begadang nonton Chelsea tanding vs Man.City (cuma tidur 2 jam cuy),

setelah lari kita lanjut ke Bintaro untuk nonton film, makan, lalu ke Jurangamngu tempat adiknya sebelum akhirnya malam tiba dan kita berpisah ke tempat perantauan masing-masing.


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

SEMARANG (2018 AKHIR)

aku tipe orang yang terkadang dalam hal tertentu bercerita ke ortu, 

termasuk tentang minta pendapat hendak kemana hati ditujukan,

aku belum denan siap-siapa dan ku tahu mungkin dia juga?

coba tes ombak saja minta pendapat ortu,

akutak pernah memberitahu nama dan menunjukkan orangnya yang mana.

hanya sebatas clue saja.

Ku laporkan dia ke ortuku sebagai "Teman Purwokerto yang berasal dari Semarang"

...................................................................................................................................................................

Ada sebuah weekend dimana saat itu aku diajak main ke semarang oleh seorang teman, dalam rangka dia penasaran dengan bis, jadi dibuatlah short trip escape weekend dolan Semarang, berangkatnya naik kereta dari Gambir karena susah mengejar jadwal bis saat itu. Lalu menghabiskan waktu berkeliling Semarang khususnya wilayah Bandungan. Dan Pulangnya naik bis malam, sesuai tujuan utama yaitu pengen nyobain layanan bis malam. Bejeu dari Kalibanteng. Kejadian itu terjadi di September 2018.

Setelah aku menyebutkan clue, Ayah ibuku mengira dulu itu saat itu aku ke Semarang, itu dikaitkan ke “temen purwokerto”, padahal bukan. hehe. Meskipun sebenernya klo ndak salah ingat di hari itu, Dia ada di Semarang.

Pun saat akhir tahun, pernah aku balik Madiun naik pesawat turun Semarang dengan teman dari Temanggung, dikira juga itu karena aku main ke “Temen Purwokerto yang berasal dari Semarang”, padahal itu cuma semata dalam rangka nyobain pesawat kelas bisnis, kebetulan bareng sama temen yang dulu pernah satu kepanitiaan saat kuliah dan dia saat itu memang mengagendakan pulang(dan kalo naik pesawat dia turun Semarang/Jogja), jadi ya bareng.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sate Kambing Ketinggalan Kereta (Februari 2019)

Pada waktu itu, jagat dunia perbisan meriah dengan rilisnya Bus Transjawa! Menggunakan armada Double Decker Putra Mulya yang sebetulnya untuk bis double-decker Putra Mulya ini sudah rilis pada tahun 2017, aku pun sudah pernah mencicipinya bareng dengan Cicik, dalam episode pulang libur kuliah sekaligus mbolang ke Wonogiri kala itu. Tapi dengan baru diresmikannya Tol Transjawa, yang sudah tersambung sampe Jawa timur, maka tersusunlah konsep Bus Transjawa oleh Kemenhub, bagiku kebijakan itu hanya upaya branding sekaligus upaya kampanye mengenalkan moda transportasi bus saja kepada masyarakat soalnya untuk pola operasionalnya, sama aja dengan sebelumnya.


Ku susun skenario sedemikian rupa, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,
dalam rangka bikin konten ya sekalian juga mengunjungi seseorang.

FYI aku punya channel youtube Irfanstrt (silakan kunjungi, janganlupa subscribe wkwk *halah promosi)

Menuju kesana, Jumat malam aku naik Dieng Indah dari Terminal Kalideres dan turun di Purwokerto pagi hari. Istirahat sebentar di FixOn. Lalu sesuai petunjuknya, aku naik TransJateng dan turun di SMP 2 Purbalingga sebagai titik temu.

………………………………………………………………………………………………………

Sesuai kesepakat di chat, agenda kami adalah makan siang, tempatnya terserah aku manut rekomendasi dia.


Lalu pada akhirnya aku ditawari untuk mencoba sate kambing Pak Yani, kuliner sate kambing muda yang disajikan hotplate. Kuliner ini merupakan salah satu menu yang kerap disajikan untuk tamu kantor dia. Minusnya, lokasinya agak jauh dari Purbalingga kota.

Kelar makan sate, rencananya kita naik kereta bareng, Aku turun Solo dia turun Madiun(dalam rangka dia cuti pulang Madiun),

Akibat tempat sate yang jauh, Jam kita tersisa cukup mepet.

dari Purbalingga, aku dan dia langsung ngeGocar menuju Stasiun, driver sudah berupaya membawa mobil dengan cepat. Wusss wusss wusss. Akhirnya kita tiba juga di stasiun.
Dengan Langkah terburu-buru, sesampainya di peron kita harus menerima kenyataan bahwa kita terlambat. Kereta baru saja diberangkatkan.

Tipis. Banget. Kecewa? Jelas.

Apalagi jadwal kereta selanjutnya adalah sore, masih lama.



Aku yang saat itu punya jadwal naik bis sore dari Solo memutuskan untuk ke terminal dan naik bis Efisiensi tujuan Jogja lalu sambung ke Solo. 
Dia? Dia menghabiskan waktu antara ke Rita Mall atau mampir ke rumah temannya yang bertempat tinggal di purwokerto untuk menunggu kereta sore.

Tentang bus Transjawa, di pertengahan jalanku menuju Solo, sadar diri tampaknya cukup sulit untuk mengejar jadwal keberangkatan dari Kartosuro/Solo, pada akhirnya ku hubungi agen untuk menggeser jadwal perjalanan di Minggu pagi dan yaaa sayang sekali kalopun andai opsi ini ku pikirkan dan ku ambil sejak awal, maka aku bisa dolan lebih lama di purwokerto dan naik kereta sore bareng Dia yaaa, tak perlu buru-buru. Hmm..

Aku turun di Kartosuro jam 8 malam, lanjut menginap semalam di tempat Ayah(Boyolali) yang saat itu kebetulan gak pulang ke Madiun karena ada acara di Solo.

Saat dijemput Ayah, langsung disambut dengan pertanyaan.

“habis dari mana, Ir? Dolan ke temenmu Purwokerto yaaa?”

Hehe, aku gak perlu cerita banyak tentang itu,

malam itu kami berdua lanjut nongkrong di sebuah café, sambal menikmati live music, ngobrol santai menghabiskan malam minggu ala ayah dan anak.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Misi Semarang (Februari 2019)

Dalam postingan instagram Irfanstrt, itu hanya sebuah bis-bis an, berangkat naik PO Mawar, balik naik Putera Remaja.

Tapi, sebenarnya saat itu aku yang sedang berusaha mencari tau tentangnya, punya misi pengen tau dimana rumahnya, Menginap di Kota Lama Semarang menuju ke Mijen, hanya ingin tau di daerah mana rumahnya. Dan yaaaaa, itu hanya sebuah misi diam-diam, mungkin dia gak akan tau sampe membaca ini, hehe.



::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

ISENG MENYUSUP RUANG KERJANYA(MARET 2019)



Jujur aku tak punya alasan apa-apa untuk berkunjung,

Maka tak mungkin ku konfirmasi lagi keberadaanya di akhir pekan,

Apalagi saat itu aku punya agenda bis-bisan dalam rangka mencicip layanan PO Pahala Kencana.

Maka aku bis2an, naik Pahala Kencanaku tujuan Kroya, aku turun di Buntu lalu melanjutkan ke Kebumen naik PO Mulyo, kulineran dan berjumpa kawan KPP Madiun asal Kebumen.


Lalu sorenya, aku ke Purwokerto untuk menginap,

Awalnya menginap di sebuah hotel melati, tapi karena hotelnya gak jelas,

akhirnya pada malam hari ku putuskan untuk berpindah,

kebetulan sebuah penginapan di Purbalingga.

Itulah awal aku berkenalan dengan ibu ramah penjaga guest house JFive .

“dolan ke temen bu” jawabku sekenanya saat dia menyelidik keperluanku datang kota kecil dan baru check in malam hari, meskipun sebenernya pada kunjungan itu aku tamu tanpa tujuan sebab yang dituju tidak berada di kota itu.

...........
...................................................................................................................................

ingatku, saat event Pertamina Eco Run 2019 dia titip untuk dibeliin coklat. Coklat yang sudah ku belikan saat itu tertinggal di tas yang ku taruh loker saat race day, akhirnya tidak terpakai deh sebagai amunisi berlari.

Aku tu orangnya kadang suka iseng. Penasaran seperti apa ruangan kerjanya, seperti apa kantornya, sekalian study banding yeee kan. akhirnya aku cari coklat, niatnya ke kantornya untuk naruh di mejanya, tapi sayang aku cuma bisa menitipkan ke satpam untuk ditaruh di mejanya. Kenapa dititip? Singkatnya aku gak nemu celah untuk alasan apa ke satpam biar bisa masuk ke ruangannya wkwk. Yaudahlah. Cuma sebatas lihat tenda SPTan aja saat itu.

entah apa yang ada di pikirannya, mungkin "dasar si aneh, naruh coklat di meja kerja."


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Powerbank Yang Tertinggal dan Timbulnya Kecurigaan (April 2019)


Di Kunjungan terakhirku,

Qadarullah powerbankku ketinggalan di gocar yang ku naiki dari Purbalingga ke Purwokerto. 

Aku agendakan untuk datang lagi ke Banyumas Area(khususnya Purwokerto-domisili driver gocar) dalam rangka janji mengambil powerbank.

Sekalian deh, mau ngerepotin Dia lagi kalau dia gak pulang Semarang.




Awalnya dia gak bisa karena berencana pulang, yaudah deh pesen tiket tujuan Banjarnegara saja kalo gituu. Belum pernah main ke Banjarnegara, cuma lewat doang.

 

Namun...


Pada kesempatan itu, aku tetep main di Banjarnegara dulu hahaha.

Dari Banjarnegara, aku menuju ke Purwokerto terlebih dahulu(mbolak-mbalik banget, padahal dari Banjarnegara melewati Purbalingga dulu)  untuk membeli sesuatu terlebih dahulu sebagai buah tangan berkunjung.

Pada pertemuan itu kita makan Soto Bancar lalu lanjut Es Duren Kasdi sebelum aku melanjutkan ke Purwokerto (singkat banget, maklum masih tes ombak, belum berani ngajak lebih)

mulai curiga maksud dan tujuan

ngeles teteup.

 

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

DOLAN BATURADEN (APRIL 2019)

Menjaga momentum karena merasa responnya tidak ada penolakan pada kunjungan sebelumnya,

sedikit ku anggap tanda lampu ijo. maka Aku agendakan lagi di akhir April 2019 dolan lagi ke Purwokerto. Kali ini aku ngajak jalan-jalan ke Baturaden(sebuah kawasan wisata Purwokerto yang terletak di kaki gunung Slamet), Aku belum pernah kesana (dan emang pengen).

sambil berharap, semoga temen-temennya pada gakmau haha.
tuh suka gituu kadang bales cuma satu huruf, Y. hmmm

Pada kesempatan itu emang aku niatkan untuk ngabisin waktu seharian, nyewa mobil(biar bisa ngobrol banyak sepanjang jalan).

Aku naik bis turun Kebumen, lalu menuju ke Purwokerto. Sudah janji dengan penyewa di Terminal Purwokerto, lanjut jemput Dia di Purbalingga, lalu langsung lanjut Makan Siang di Suren(daerah Purwokerto atas), Jalan-jalan ke Baturaden (btw waktu itu kantor dia mau ngadain icv di Baturaden), sampe surup lalu balik Purbalingga. Kami lewat Padamara(waktu itu gelap banget, teringat ada ibu2 pake mukena putih di kegelapan, kirain penampakan haha).

di Purbalingga aku dan dia menghabiskan malam nongki di sebuah kafe (ciee akhirnya malmingan berdua, eh oiyaaa tapi aku bukan siapa-siapa ding haha)

Aku agak lupa, pada kunjungan yang ini atau yang lainnya ya.... sambil nyetir saat melintas di dekat alun-alun Purbalingga, aku untuk pertama kalinya iseng tanya
"zal, kamu lagi deket/ada yang deketin belum" agak deg-degan nanya ginian,
tapi biarlah.. daripada penasaran ya kan

dan dia menjawab, kurang lebih...

"sebenernya ada yang niat main ke rumah, tapi aku tolak"

aku ga tanya lebih lanjut,
siapa dan kapan,
sepertinya bukan hakku juga untuk kepo lebih tentang kehidupan pribadinya,
takut dia tak berkenan, toh aku hanya tamu main.

Teringat malam hari saat balik ke Purwokerto aku sempat nyasar,
karena aku saat itu masih kagok antara lewat Sokaraja dan Padamara.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

DIAJAK IKUT BOROBUDUR RUN (MEI 2019)

Sabtu pagi di bulan puasa, 

koordinatku saat itu berada di Mesuji Lampung saat sedang melaksanakan turing bis-bisan edisi Safari Ramadhan menuju ke Palembang naik bis Sempati Star. Jaman itu belum tersambung tol sehingga masih lewat mesuji - oku. 


sesuai dengan percakapan sebelumnya, aku sepakat untuk daftar event Borobudur Run 2019, hanya saja hingga hari itu aku belum submit(kesupen, durung sempet) haha. Meskipun lari bukan merupakan olahraga favoritku, tapi aku seneng aja untuk ikutan, itung-itung sekalian jalan-jalan keluar kota. Apalagi Borobudur Run merupakan salah satu event lari populer.



saking banyaknya pendaftar, tidak semua pendaftar bisa ikutan. Panitia Borobudur Run ini menerapkan system undian dalam menentukan peserta yg berhak untuk ikut.

Btw, akhirnya dia lolos, gua kagak. Unlucky Draw. Yasudahlah.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

UPACARA 1 JUNI DAN LEBARAN (JUNI 2019)

Sudah ku tulis sebelumnya, aku cerita ke orang tua sosok “temen purwokerto dari Semarang” ini, meski aku gak pernah ngasih tau identitas yang sesungguhnya ke mereka.
ibarat sebuah puzzle, cluenya diberikan secara bertahap.

Pada saat itu, mereka udah pada tahap clue “temen purwokerto” ini merupakan temenku SMA.

Pada tanggal 1 Juni, peringatan hari lahir Pancasila bertepatan dengan hari-hari awal mudik lebaran,

Para pegawai dibolehkan untuk upacara di kampung halaman masing-masing. Itu merupakan kebijakan yang spesial karena juga sekaligus menjadi ajang reuni dan temu kangen lintas generasi.

Kawan-kawan lama, rekan kantor terdahulu, kawan kuliah dan para balung pisah yang akhirnya bisa berjumpa. Bisa jadi itu merupakan salah satu upacara dimana para pesertanya paling antusias untuk ikut, karena sekalian reuni. Kapan lagi yak an? Dan momen istimewa itu ternyata hanya terjadi sekali. Lebaran 2019 merupakan perayaan lebaran terakhir sebelum merasakan lebaran yang berbeda setelah hadirnya Pandemi. Yeaaaaaa, I really miss the old Eid Celebration.

sebagian besar temen-temen IKAMMA(organisasi mahasiswa Madiun) ikut upacara di Madiun, termasuk Dia.

Dan foto bareng Ikamma selepas upacara itu, pada akhirnya ku tunjukkan ke Ibuku meskipun saat nunjukin aku nyuruh Ibuku untuk nebak sendiri(gak seru lah kalo ku kasih tau langsung) hehe.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Lebaran saat itu musim hampers-hampers an.

Aku juga nyiapin hampers, ku masukan Dia sebagai salah satu list penerima Hampersku,

Biar sekalian modus nganter ke rumahnya gituuu. 

Namun…..


realita meleset dari ekspektasi, biasa terjadi dalam kehidupan kita haha.

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Gowes Yukkk

Gagal bertemu saat ngirim hampers ke rumahnya sebelum lebaran, bukan Irfan namanya kalo kehabisan akal. Dan bukan Irfan Namanya kalo terang-terangan. Aku coba ngajak Dia dalam agenda sepedaan bareng yang sebelumnya sudah deal akan diikuti oleh Dherta(salah satu sahabat masa SMA), Cicik, dan Lita(temenku pas kelas 1 SMA sekaligus sahabatnya). Oiyaaa btw kita semua ini merupakan temen sekelas saat kelas 1 SMA.

Pagi itu, masih dalam suasana lebaran, kita sepedaan bareng muter Kota Madiun di dilanjut sarapan Nasi Pecel. Ntaps.

 



 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Toy Story dan Bunga Selamat Menyambut Senin (Juni 2019)

Itu merupakan kunjungan yang tanpa aku konfirmasi sebelumnya,
kalo misal dia gak di Purbalingga, yaa plan Bnya bablas ke Kutoarjo karena kebetulan aku harus ngambil hadiah sebagai juara 2 dalam sebuah lomba vlog yang diadakan Sumber Alam.

beruntung Dia sedang gak pulang ke Semarang, langsung ku putuskan untuk sewa mobil(meskipun waktu itu dia sempet melarang. tapi mo gimana lagi? berbaris di bawah mendung alias uwisss kadung)

Akhirnya kita sepakat nonton Toy Story 4, Iya, Toy Story wkwk. kita orang dewasa yang menonton film kartun haha.

Lanjut malamnya nongki di Purwokerto(ciee malmingan berdua lagi- eh oiyaa kami bukan siapa-siapa ding). Jujur saat itu aku sedikit mo coba menyampaikan sesuatu, tapi entah mengapa sulit menemukan momen yang pas. Sampe akhirnya makin malam dan kita memutuskan untuk segera balik Purbalingga.

Baliknya ke Purbalingga, aku minta dia untuk nyetir karena saat itu dia baru aja belajar mobil. Singkat cerita dia berhasil membawa mobil sampe finish depan Kontrakannya.

ketinggalan beneran, bukan modus alasan biar ketemu


btw itu Kutoarjo merupakan plan B, kalo dia ternyata pulang Semarang

Karena lupa bawa charger dan powerbank, aku pinjem powerbanknya, paginya sebelum pulang, aku kembalikan powerbank itu sekalian pamit balik. ini merupakan kunjungan terakhir sebelum aku harus DTU dilanjutkan DTSD. Artinya, bisa lebih dari 1 bulan aku kemungkinan gak bisa main. 
saat aku kembalikan power bank, seingatku dia waktu itu lagi merawat tanaman mawar,


dari semalam aku menginap di Purbalingga.
Aku hanya berpikiran untuk gimana caranya aku mengungkapkan maksud dan tujuanku,
ingin menyampaiakan nyeletuk saat pamitan dan balikin power bank tadi, tapi gak dapat momennya... 
maka,
Menyampaikan lewat bunga adalah cara klasik, tapi relatif aman bagi yang belum siap menerima respon diluar ekspektasi,(misalnya ditolak) hehe.

Minggu aku cari tempat bunga di purbalingga, tapi gak nemu yg proper. Akhirnya sebelum ke stasiun aku mampir sebuah toko Bunga di Purwokerto.
Sedikit kejadian unik saat memesan bunga, owner florist di Purwokerto menebak kalo aku berprofesi sebagai dokter, kok isooooo. gak ada pawakan dokter.
dr Strange kalik wkwkwk.

......................................................................................................................................

Sekotak "lope-lope" berisi mawar merah berhasil mendarat di Kantornya.
lewat secarik kertas ku tulis pesan yang intinya,

"ke depan mungkin aku akan sering datang dengan tujuan ingin mengenal lebih dekat."

dan

jawabannya adalah...

"terserah"

blur karena media sudah tidak tersedia



::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

BANDUNG DAN TERUNGKAPNYA TEKA-TEKI DI GRUP KELUARGA. (JULI 2019)


bagaimana aku memaknai "terserah" ?
salahku juga sii yaa sepertinya karena menyampaikan dengan bahasa dan kalimat tanggung,
terbalas dengan jawaban semi tanggung juga. haha

Acha gemes denganku. 
Siapa acha? temen kuliah yang ku jadikan konsultan perjuanganku.

DTU dan DTSD menghabiskan total waktu lebih dari sebulan, tak ada hal signifikan yang bisa diceritakan, aku masih menjaga komunikasi dengannya, tapi tak pernah ada obrolan serius dan konfirmasi apapun tentang makna insiden kirim bunga.

Yaaa, semua mengalir begitu saja.

.........................................................................................................................................................

teka-teki siapa "temen Purwokerto" akhirnya terungkap, lewat pertukaran informasi desas-desus netijen 2 kantor berbeda.


yaa memang belum jelas statusnya hehe

dan ketika ku konfirmasi ke Dia, mulai paham deh,
sepertinya Mas Aji (anggota Ayahku) yang saat itu  merupakan calon Mbak Tifa(temen kantornya) kemungkinan adalah sumber informasi.

akhirnya ketauan deh.


 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Gundala Putra Petir (Agustus 2019)

 

Start Cikokol, Sabtu Sore

Cikampek pada saat itu benar-benar parah macetnya.


DTU-DTSD telah berlalu, aku kembali pada kehidupan.
Pada suatu weekend di masa awal penayangan Gundala, aku dolan lagi ke Banyumas, ngajak dia untuk nonton.

tanpa babibuuu.. tanpa pakai alasan aku mampir karena "bsbdssdjnaabdabdlabfjhsdbsd" lagi.

Direct to Banyumas. 

saat itu opsinya Gundala dan Bumi Manusia (aku dah nonton Bumi Manusia)

Seperti biasa, aku nginep di fixon, lalu menuju ke Purbalingga untuk bersilaturahmi terlebih dahulu dengan Bu Misdar hahaha. dari situ lalu kita lanjut ke Purwokerto naik motor dia.

 


Nonton, Makan, lalu balik lagi ke Purbalingga.

saat perjalanan menuju ke Purbalingga, mataku sempat kelilipan serangga kecil.

aku ke kontrakannya untuk numpang mandi, juga sekaligus masih berusaha menghilangkan sesuatu yg nyangkut di mata. Upayaku menyingkirkan benda asing menyebalkan dari mataku tak kunjung berhasil. upaya pakai air juga belum berhasil.

Duduk di ruang tamu sambil menunggu jadwal bus, perasaan tidak nyaman karena kelilipan itu masih terasa, dengan meminjam cermin kecil punyanya aku belum juga berhasil. Melihat aku ngutak-ngutek mata tapi gak beres-beres, akhirnya dia menawarkan bantuan. Dia mendekat, wajahnya di depan mata menyisakan jarak sekian centi saja. "Ohh,, jadi ini hikmahnya aku kelilipan", hahaaha. sambil berdegup aku menemukan syukur dari insiden kelilipan.

dan... 





















akhirnya berhasil, benda kecil itu akhirnya bisa keluar dari mata. 

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Menindaklanjuti Himbauan Bu Menteri
(September 2019)


 

mmm, darimana ya? haha

 

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Terendus Netijen (September 2019)

 

keisengan netijen : background PCnya diganti foto sikka kami yg diedit jejer, nametagnya diganti fotoku

Kunjungan Aku dan Dia ke Purwokerto sebelumnya ternyata diketahui oleh beberapa orang, meskipun dia sudah berupaya waspada dan menghindari ketemu sama orang kantornya. Ditambah paket kirimanku ke kantornya, menciptakan kejulidan diantara Netijen 529.

yaudahlahyaa..
oh iya, pada suatu kunjungan, Helda(kontrakan mate sekaligus besti dia) pas gak pulang, yaa aku memperkenalkan diri.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Jakarta Malam (September 2019)

Setelah sekian kali aku yang berkunjung, tibalah saatnya dia yang berkunjung(setelah Pertamina Eco Run 2019) .

Yaa, Gimana? ada yang bisa dibantu?

Kunjungan itu dalam rangka dia menghadiri wisuda adiknya sekaligus Dia berangkat DTU(jadwal hari Selasa di Cibubur). 

Wisuda adiknya aku gak bisa datang, yaa selain akan menjadi awkward karena aku datang selaku apa di depan keluarganya, aku juga sedang ada kerjaan di kantor. lagipula, tamu wisuda yang bisa masuk juga dibatasi.

hari itu Jumat, aku cuti setengah hari sore, untuk pergi ke Jakarta menemuinya dan menagih janji traktiran dari anak baik. 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Jumpa Ayahku (Oktober 2019)

masa-masa DTU dia berlalu,
tibalah hari pernikahan Mas Aji dan Mbak Tifa. 
Ayahku bertemu dia di acara kondangan. 
Ini terjadi akibat ulah keusilan Mega (pegawai di kantor ayahku, yang merupakan sahabat Dia sejak kuliah). Mega menyeret Dia menuju Ayahku. Dan yaa meski katanya hanya salaman saja dan tidak ada obrolan aneh-aneh.


tingginya 163, yaa masuk kategori lumayan untuk ukuran cewe Indo, sedangkan aku, cowo 169, oke ndak usah dijelaskan wkwk 

Btw, dari sini aku tau sebuah hal.
selama ini...
Kok bisa-bisanya Ayahku tanya tentang Dia ke sahabatnya langsung. walaaaaahhh..

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Mutasi Serang, Pola Lama Ambyar. (Oktober 2019)

aku kena mutasi, ditarik kanwil.
bye Tangerang
welcome to Serang.

Aku yang saat itu sudah memetakan semua opsi moda transportasi untuk menyambungkan LDR(kalo jadi) antara Banyumas-Tangerang juga harus menghadapi fakta kalo itu semua lenyap sudah. Tak bisa digunakan lagi sebab aku harus pindah ke Serang. 




ibukota provinsi, namun jauh dari stasiun dan bandara


 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Pangandaran, Sandalan Run, dan Kisah Pencuri Sepatu (Desember 2019)

Weekend dari pertengahan Oktober hingga November benar-benar padat.
Ngurus Pindahan barang dari Tangerang ke Serang,
Kemenkeu Mengajar di Blora,
Kondangan Pernikahan Temen di Magelang.
Lalu akhirnya bisa jumpa dia lagi di penghujung November.
 
setelah gagal lari bareng di Borobudur Run 2019, akhirnya aku dan dia dapat kesempatan ikut event lari bareng, sekaligus dolan bareng, dalam rangka ikut Jabar Marathon-Pangandaran Run 2019.


Aku berangkat dari Tangerang (kebetulan pas abis ikut acara perpisahan di kantor lama), 

dia berangkat dari Purbalingga. Kami langsung bertemu di Pangandaran.

Sabtu semuanya berjalan baik-baik saja, yaa menikmati wisata pantainya yaa menikmati kulinernya. 



kami menginap di VK Pods, sebuah penginapan yang berkonsep kapsul yang hari itu okupansinya penuh oleh para pelari, malam itu. kami menutup hari dan bersiap untuk besok pagi.

Hari berganti Minggu, sesuai kesepakatan malam hari, kami harus sudah bersiap meski langit masih gelap, mengawali hari lebih dini dengan harapan bisa menyambut mentari(di Pantai Timur) sebelum berlari(di Pantai Barat).

kami sudah bersiap,
ketika akan keluar penginapan.

ternyataaaaa...

sepasang sepatunya tak ada.
Hilang. (sudah dicoba cari, apa ketuker, atau kebawa ke pod, tapi tak ada hasil, lalu mau gimana lagi)

FYI, di VKPods itu para tamu harus melepas sepatu dan meletakkanya di tempat khusus yang berada di dekat resepsionis.

ini Race Day, untuk mencari sepatu pengganti jelas sudah tak ada opsi,

Yasudah, kami memutuskan untuk lanjut jalan dulu, aku bawa sepatu, tapi sisa jiwa korsa DTU membuatku memutuskan untuk sama-sama menggunakan sandal.

Dengan Honda Revo sewaan, Masjid Agung Pangandaran menjadi tujuan  pertama.
(aku ingat betul, saat itu, di masjid aku bertemu remaja SMA yg merupakan peserta, dia pinjam hpku, dia menghubungi keluarganya sebab semalam dia abis kecopetan HP.
Kasian betul, sepertinya membludaknya wisatawan sebanding lurus dengan naiknya tingkat kriminal pencurian)

usai Subuh kami mampir ke Pantai Timur, hari itu langit mendung, yasudah, belum rejeki mendapat indahnya sunrise, setelah kemarin sore pun pemandangan senja juga tak optimal karena mendung.




tak lama berada di Pantai Timur, kami bergegas menuju Pantai Barat yang merupakan rute Pangandaran Run. Dengan kondisi tanpa sepatu, dia memutuskan untuk tidak ikut lari, cukup aku saja yang lanjut lari katanya, sementara dia menunggu di garis start dan finish.

awalnya aku iyakan, tapi menurutku, sangat disayangkan bila aku dan dia sudah menempuh jarak yang lumayan jauh untuk ini, menunggu waktu yang lama untuk akhirnya bisa lari bareng lagi, tapi harus gak jadi karena terhalang sepatu, maka ku coba bujuk dia dengan ide, "yaudah kita sama-sama pakai sandal", toh juga kebetulan kami hanya ambil 5K, tak perlu ngoyo, jalan santai aja sambil menikmati tepi pantai.

saat itu belum ada pandemi, belum ada masker-masker, aku cuek-cuek saja, kuat mental menahan malu, pastinya beberapa orang melihat aku dan dia, yang notabene dari ribuan peserta, hanya kami berdua lah yang pakai sandal. bayangkan, ini event lari!!! Mana ada dalam sejarah event lari dunia, pesertanya pakai sandal, hehe.
 
Mungkin hanya kami berdua kali yaa? hahaha

dan medali tetaplah medali.

Pangandaran Run selesai, dari Pangandaran ke Banyumas, aku antar dia dengan naik bis bersama. Sebab tak mudah untuk orang awam, harus estafetan ngebis Pangandaran-Banjar, Banjar-Buntu, Buntu-Purwokerto. Kita berpisah di Purwokerto karena jamku sudah sangat mepet dengan Bis ke arah Serang, dia lanjut Purbalingga, dan aku lanjut Ngulon naik Rosalia Indah.

beberapa hari kemudian, aku dapat kabar, bahwa dengan bukti cctv sang pencuri akhirnya tertangkap.
namun sepatu yang jadi barang bukti tersebut, tak tau gimana nasibnya kini.


dan sepatu itu baru dibeli, belum ada sebulan. hehe

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hilang Kunci Yang Masih Diingat Aja. (Januari 2020)


Pada kesempatan kali ini, saatnya menguji berangkat dari Serang,
tapi karena gak nemu opsi pergi jumat karena ga nemu jadwal yang pas,
akhirnya ambil kereta Sabtu siang.




sampai Purbalingga malam, lanjut cari makan, kita keluar sebentar saja karena sudah malam dan cuaca sedikit gerimis.

esok paginya aku dan dia janjian untuk jogging di GOR Purbalingga. 

Pagi itu bukan pagi yang indah, tak hanya disebabkan semalam Chelsea kalah, namun juga.....

kunci penginapan jatuh, dan pas banget gak ada kunci cadangan

Hari itu aku ngerepotin ibu penjaga untuk mencari ahli kunci,
dan juga dia yang harus ikut balik GOR untuk menelusuri rute lariku,
padahal udah pasrah aja tuu.. menelusuri kembali rute jogging gak ada hasil,
Tapi lalu... ALHAMDULILLAH KUNCINYA KETEMU!!!
ditemukan lalu diamankan oleh seorang penjual. hihihi

aku balik ngulon naik Kereta,
dia bilang ada perlu di Purwokerto, jadi aku ditawari untuk bareng motoran aja ke Purwokertonya.

diajak mampir ke Soto Sutri, salah satu Soto Sokaraja yang terkenal (yang pada Tahun 2021 diliput Nex Carlos itu lhooo), lalu aku dan dia lanjut ke Rita.
Nii kocak banget dah, aku yang gak apal jalan Purwokerto dan dia yang agak lupa-lupa ingat belokan, kami sempet salah ambil jalan yang ternyata ujungnya malah jalan buntu ke kuburan.
hiii.. serem amat yakkk. gak kebayang kalo itu malem.

sambil nunggu jadwal kereta, aku dan dia memutuskan untuk nongki bentar di J.co Rita.
sambil ngobrol, pada kunjungan ini sebenernya aku ingin menyampaikan maksud isi hati,
tapi lagi-lagi aku selalu gagal nemu momen yang pas. dari hahahihi kayak gatau gimana harus memulai obrolan serius.

btw masih ingat kotak musik yang ku kirim saat ultahnya lalu?
sebuah instrumen "Somewhere Over The Rainbow",
sebuah lagu lama, mungkin bukan lagu yang khalayak kekinian tau,
entah kenapa tiba-tiba pas aku maju mundur mau ngomong sesuatu,
tiba-tiba playlist Jco ngepas banget memutar lagu Somewhere Over The Rainbow (kemudian ku ketahui kalo yang diputar saat itu kemungkinan adalah versi cover mode Y Mavi kalo nyari di yutub ).

kode semesta? tapi aku terlalu cupu, masih belum siap mental bila hal yang tak diinginkan terjadi(ditolak misal), lebih ke.... aku tak ingin merusak momen kedekatan ini gituuu.
jadi hanya bilang kalo aku dah beberapa kali main kesini.
So, kalo tidak keberatan kapan-kapan aku ajak main ke rumah,
ku kenalin sama ibuku. dah gitu doang kurang lebih,

dan dia, mengiyakan, tidak menolak.

Y dibales K, hari itu aku nyaris ngilangin kunci sementara dia nyaris ngilangin karcis parkir di Rita, hmm sefruit kutukan.


masih menyimpan ini, jadi ini adalah bonus paket J.co yang dipesan hari itu, kata Dia "udah buatmu aja fan, biasanya cowo gelasnya dikit di kosan" - dalam hati, kok tau wkwk

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Garut Mampir Sebentar
(Februari 2020)

keluyuran again,

kali ini dalam rangka dolan touring bis-bisan bareng Ego Bastanta Sembiring, sobat penggemar bus yang notebene adalah adik tingkat STAN 1 tahun di bawahku. Ego baru saja mengakhiri Latsarnya. dalam kondisi gosong kematangan abis dipanggang, kita cari yang adem-adem, Garut. Kita bukan berburu mojang, melainkan menikmati sensasi jalur Jawa Barat dan kulineran.


turun dari Budiman di Tasik lanjut nyarap tutug oncom, trus ngegrab ke Singaparna untuk nyicip layanan Karunia Bakti turun Garut, lanjut berendam air panas, kuliner sate domba sebelum balik lagi ke Tasik. Mengakhiri turing bis-bisan, kami pisah tujuan, Ego balik Jakarta naik Primajasa(mumpung di jawa pengen hino RK katanya, di Sumut jarang bus yg pake hino RK), sementara aku pilih naik Budiman tujuan Wonosobo untuk turun di Purwokerto.


ngikutin mandor PO Rapi(bus Medan-Pekanbaru) kae bener-bener legrek rasane,

turing rono-rene bis-bisan membuatku abis-abisan, aku gak ngabarin apa-apa, fokus rebahan sampe siang di Fixon Purwokerto, ngisi tenaga untuk Senin. Siang baru ngabarin dia dan mengajak untuk berjumpa. Tiba di Purbalingga sore, kami ngobrol di sebuah kafe, sambil nunggu jam keberangkatan Rosalia Indah.


lalu dijemput Scoopy merah di Danamon.

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Menganti Ninggal Janji dan Pandemi (Maret 2020)

Saat itu, pamor pantai indah yang terletak di Selatan Kebumen itu sedang naik daun. 
Paduan selaras bukit dan tebing, dibalut eksotiknya pantai selatan jadi kunci mengapa banyak orang ingin mengunjungi Pantai Menganti. Termasuk, aku dan dia.

awalnya gakbisa karena Spextacular

  
lalu bisa karena Spectax ditunda akibat covid

mendadak batal

komunikasi terakhir dengan rental mobil andalan di PWT




Menganti harus ditunda, aku ada keperluan mendadak yang menyebabkan harus pulang, tapi awal kasus covid saat itu membuatku untuk membatalkan kepulangan ke Madiun.

Pandemi tiba, suatu yang tak pernah ku bayangkan akan terjadi sebelumnya, masa awal pandemi banyak hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi untukku, aku hanya bisa marah pada keadaan, bertanya-tanya, khawatir pada apa yang akan terjadi di depan, sedikit frustasi terkait rencana masa depan.



meski kini aku sadari, saat itu, itu semua mungkin karena aku belum belajar banyak dan menyelami makna hikmah kehidupan.

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Ulang Tahunku (Agustus 2020)


Terima kasih. 

aku ketika itu berada di masa-masa kebimbangan, tidak baik-baik saja dengan keadaan.

sehubungan dengan ulang tahunku, datang sebuah paket dari Purbalingga tujuan Serang.

setelah sebelumnya dia juga mengirimkanku Dendeng.




::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::EGOKU 

Pandemi yang hadir ini benar-benar diluar dugaanku, semua berubah, kehidupan berubah,

apa yang aku rencanakan menjadi tak jelas karena kondisinya saat itu sudah serba berbeda,

ditambah banyak hal yang sedikit kurang menguntungkan terjadi padaku,

aku butuh cerita dan didengar,

namun a
ku merasa sepi dan sendiri,

meskipun itu terjadi juga salahku yang belum bisa cerita lepas ke dia

dan terlalu tidak dewasa atas keadaan.




aku tidak membicarakan ini dengannya baik-baik,
aku hanya melihat berjarak itu tak mudah, aku bukan sosok yang selalu bisa ada untuknya, keluar kota tak semudah sebelumnya, penyekatan dimana-mana/
dan ketika aku berpikir tak mungkin membiarkan ketidakjelasaan ini berlanjut, aku tak ingin menjadi penghalang baginya untuk bertemu dengan seseorang, maka pada malam itu aku sampaikan melalui voice note, dan meski cukup berat untuk melepas semua yang terjadi antara aku dan dia hingga di tahap ini, tetap ku pikir keputusan mengakhiri ini adalah yang terbaik.

Acha? yaaa, dia juga kzl sama keputusanku saat ku ceritakan, tapi mau gimana lagi, ku pikir ini yang terbaik. aku tak bisa melibatkan dan membawa dia lebih lama dalam kebimbanganku.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Hapus Aku (akhir tahun 2020)

sesekali aku dan dia masih bertukar kabar dan berbalas pesan WA,|

melanjutkan sebagai teman,

aku paham dia dan aku mungkin sama-sama menjaga batas.

komunikasi aku dan dia jelas berjarak, dan tidak intens

..........................................................................................................................................................

(dan ini adalah hal yang sebenernya baru aku ketahui baru-baru ini)

Ketika aku memutuskan untuk berhenti, dia biasa aja saat itu, sempat dia berasumsi bahwa mungkin saja aku hanya sedang butuh waktu untuk menenangkan diri dengan keadaan.

kegiatan kantor dia sedang hectic, dan kebetulan, dia sering dipercaya sebagai MC kegiatan kantor saat itu, sehingga tak ada waktu juga buatnya untuk terlalu memikirkan mengambil hati untuk keputusanku, 


Namun, aku sempat pernah memulai cerita dengan seseorang lain,


Ketika dia tau itu,
katanya,
itu adalah saat dimana dia merasa tidak baik-baik saja.,

Jika aku bertanya, dia menggunakan pemilihan kata "merasa tidak nyaman selama sekian bulan"

..................................................................
mungkin dia kecewa berat ke aku,
mungkin saja dia juga marah ke aku,
apapun itu, hanya dia yang tau. 

yang jelas, sejak saat itu dia menghapus semua hal tentangku,

riwayat chat denganku, dokumentasi apapun,
mengurangi interaksi dengaku,

dan yaa di titik ini, maka baginya semua cerita terhapus.


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 

Hai, Apa Kabar Kamu (awal Oktober 2021)


Kalian pernah denger di radio atau nonton di Youtube Acara 
Sapa Mantan Prambors?
kalo belom, coba search aja.

aku ketika mendengarkan para peserta Sapa Mantan, sedikit relate sama kondisi yang saat itu ku alami..

I mean.. yaaa aku dan dia dulu emang ga pernah pacaran sebelumnya, tapi atas upaya-upaya mengejar trus sempat deket sekian waktu, itu bagiku punya memori/kenangan tersendiri.
dan mengingat itu semua di titik ketika aku dan dia menjadi asing,
apalagi itu semua terjadi semata karena ketidakdewasaanku,
pun aku berada di kondisi ketidakjelasan.

dalam hati kecil selalu ada rasa ingin menyapa "hai, apa kabar kamu". 
tapi itu ga bisa.. Jelas Gak Mungkin!.

gabisa bukannya karena gak berani atau apa..
kayak mikir.. ah gimana yaaa klo dia masih marah dan kecewa.. ah pasti dia akan ga suka kalo ku hubungi. pasti dia gak suka kalo ku chat.
aku paham itu, sebab pernah suatu ketika aku chat dia dalam rangka mengumpulkan tali asih saat ada kabar duka dari teman IKAMMA, sumbangan darinya masuk, tapi chatku hanya centang biru.

ah pasti akan ditolak nii aku.. ah pasti akan dicuekin nii aku..
ah, pasti dia sedang berusaha untuk baik-baik saja, dengan tidak berkomunikasi lagi denganku, dan aku gak mungkin hadir lagi untuk merusak itu.
dan yaaa, dia perlu itu semua untuk melupakan aku, 


jadi bisa ngerasain posisi para peserta itu... betapa sulitnya untuk sekedar menyapa.

rasa penyesalan.. tapi juga ada rasa tak ingin membohongi diri sendiri.. 
rasa pesimis karena sadar diri, rasa realistis kalo mungkin akan ditolak..


aku berada dalam status tidak jelas,
pada masa-masa itu, ada beberapa temen yang menawari untuk mengenalkanku dengan temannya. 
"fan ada yang mau kenalan", "fan ku kenalin sama ini gimana", "fan statusmu apa, ku kenalin sama ini mau?"
tapi aku cuma bisa jawab, yaa nanti ku pikir dulu.
percayalah, ketika 
ingin mencari sosok baru,
itu tidak mudah karena berada di ketidakjelasan dan
merasa masih memiliki "unfinished bussines".


................................................................................................

akhirnya aku nekat menyapa. sebelum itu,
sebelum dia mengatakan kalo sedang mengurangi interaksi,
aku bisa merasakan kalo dia emang sangat mengurangi interaksi denganku.

aku paham aku pernah membuatnya kecewa, mungkin juga menghadirkan periode yang tidak nyaman untuk suasana hatinya. dia memang perlu menghapusku, mengurangi interaksi denganku, untuk merasa baik-baik saja. 

tapi bagaimanapun juga aku hanya ingin menyapa, tidak lebih.

aku sadar diri.

aku tahu aku memang keterlaluan,

aku hanya ingin meminta maaf untuk semua.




kalo di Prambors ada Desta dan Gyna

 


 

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

WFHB dan KOPI DARI HATI (Oktober 2021)


ini merupakan kepulanganku ke Madiun setelah gelombang delta menyurut, 
Pada gelombang Delta, aku kehilangan Mbah Putri.
Sedih rasanya, aku sebagai cucu pertamanya, sepanjang hayat beliau, mungkin aku berhasil mencapai beberapa ekspektasinya. Namun, ada satu yang tidak kesampaian, yaitu aku belum pernah mengenalkan seseorang. Padahal semenjak kerja, mbah putriku dah sering kode-kode aku untuk mencari dan memperkenalkan seseorang padanya ("nek durung ndue calon, digolekne calon Mbahti po piye mas.. begtiuuu"). Jadi WFHB itu juga sekalian acara 100 Harinya mbahti, sekaligus aku ziarah ke tempat pesareannya.

secara fase kehidupan,
pada saat itu adalah saat dimana aku benar-benar ingin menyelesaikan beberapa hal,
aku sudah lelah dengan semua ketidakjelasan.
aku butuh healing, butuh menjalani beberapa hal yang ingin ku lakukan di kampung halaman,
berburu kuliner, menemui yang bisa ku temui. memperbaiki apa yang bisa ku perbaiki.

Pokoknya targetku saat kembali WFHB, pengen jadi New Irfan.
membuka Lembar baru. Buang semua yang kusut.

.......................................

Aku tidak janjian dengan dia,
gimana mau janjian, komunikasi aja sedang di tahap renggang.

Aku ambil WFHB seminggu, di hari Kamis malam, aku melihat storiesnya. Dia sedang perjalanan.

tapi biarkan saja, aku gak berani menanggapi.

Hingga akhirnya H-2 aku balik Serang, pas banget dia bikin status nongki sama circle SMAnya,
ku berani diri untuk basa-basi tanya.

dan sempat lama jarakku membalas, ragu juga, ajak ketemuan gak yaa, ajak ketemuan gak yaa..

apa dia mau? kalo mau, gimana kalo dia marah atau meledak pas ketemu aku secara langsung.

ini alasan macam apa sii fan, mana ada di Madiun susah sinyal wkwk dikira di pelosok.

akhirnya aku berani ngajak ketemuan, setelah aku konsultasi ke ibuku, kata Ibuku, yaudah apapun yang terjadi toh aku sama Zalza dulunya adalah teman, ya gak ada yang salah kalo ketemuan.

dan diluar dugaan, atas semua yang terjadi, dia menjawab "Yaa"

Okeee aku siap, apapun yang terjadi, setidaknya pikirku ini akan menjadi kesempatan untuk meminta maaf langsung.

wani tok, nekat, pasrah.


akhirnya kita janjian ketemuan pagi di sebuah kafe bernama "Kopi dari Hati"
duuhhh namanya itu loh.

dia menolak untuk ku jemput,

aku yang sampe duluan,

aku duduk di meja besar dekat kaca,
Percayalah!!! tabuhan genderang detak jantungku makin menggebu, mengencang tatkala melihatnya datang.
"Matih akuu", "aku harus gimana", "aku harus membuka dengan apa", "aku harus menyapa gimana.", "aku mau ngobrolin apa aja niii?" "nanti kalo dia begini, begitu, aku harus gimana?"

Ini merupakan pertemuan setelah satu setengah tahun terakhir aku dan dia bertemu, ditambah, aku merasa punya salah dan pernah melakukan hal yang keterlaluan ke dia. 
............................................................................................................................................................

2 jam lebih berlalu...

semua mengalir begitu saja, alih-alih meminta maaf, justru aku dan dia terlalu cair untuk bercerita update kehidupan masing-masing. Satu tahun berlalu, terlalu banyak hal yang terjadi pada dia dan aku.

Senang akhirnya aku bisa cerita, senang akhirnya mengikuti kisahnya lagi.

jam 12 siang lewat dikit,
ku antar dia pulang. Lalu aku masih punya space waktu satu jam menikmati Madiun sebelum berangkat ke Serang.

overall, saat kembali ke Serang,
list to do healingku cukup berhasil.
beberapa hal yang niat untuk ku lakukan sudah ku lakukan


dan bertemu dengan dia adalah agenda tambahan
diluar list to do healing WFHB.
maka, itu bonus.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: 

Tanya Hati (November 2021)

meskipun kemarin saat bertemu sudah baik-baik saja, tetap saja, perasaan bersalah dan penyesalan itu masih ada. Sebelum aku mencoba untuk bertanya kemungkinan untuk melanjutkan cerita, aku masih ingin memastikan kalo aku benar-benar sudah dimaafkan, Jadi, andaikan nanti sudah gak bisa melanjutkan pun, setidaknya aku udah dimaafkan.




kepo dikit, status dia saat ini seperti apa.

Btw, aku sempat tanya Helda di DM IG, tanya dia gimana, dia sekarang sama siapa, dsb.



.....................................................................................................................................................................
Peran Rahma,

part tambahan dan krusial, siapa itu Rahma?
junior satu angkatan NIP,
ya kalo diceritakan, dia ini sdari segi pekerjaan sangat dekat dengan Resty-rekan advolapki, dari segi hubungan pertemanan sangat dekat dengan Anjar-sobat perantauan, 
sejak dia di KPP, dia dulu sering banget main ke Kanwil. jadi, ya kami semua udah nganggep seperti temen dan adek sendiri lah. Rahma mutasi ke Kanwil, Anjar dah balik homebase, Resty dah punya kehidupan. sisa aku yang menyambutnya pada masa awal dia datang menjadi warga baru Serang.

dan pada suatu malam menutup hari Jumat,
kami nongki, dibukalah sesi curhat.
ternyata aku dan dia sama-sama punya masalah masing-masing terkait hati.
dia cerita kisahnya.
aku cerita kisahku.
So, selain Sasqhia/Acha.. Rahma menjadi orang kedua yang ku ceritakan semua.
dan pas Rahma bertanya nama, atas hint yang ku berikan, dia menebak.
dan aku lebih terkejut,
Rahma kenal Zalza. Mereka satu Latsar.
dan yaaa.. 

aku menghire konsultan kedua, setelah Acha.

ada periode dimana aku bimbang. sudah memutuskan untuk melangkah ke zalza, tapi seseorang yang dulu sempat ku dekati akhirnya menjawab iya (padahal di Okt dia sudah bilang gak bisa yakin samaku)




::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

DITOLAK DAN NEKAT (Desember 2021)

Aku sudah siap mental, apapun yang terjadi, aku cuma ingin bertemu dan menyampaikan apa yang ingin ku sampaikan, andai hal yang tidak ku inginkan terjadi, aku pasrah. Dan yaaa, cara lama, strategi mampir. ngepasi kondangan di Cirebon, apa salahnya mlipir Purwokerto yang hanya berjarak 2 jam saja.

Namun.

ditolak.

.
(FYI : baru-baru ini ku ketahui, jadi meski kmaren mau diajak ketemuan di Madiun, sampe di detik ini(akhir tahun 2021), saking dia ingin menjaga suasana hati agar baik-baik saja, maka semua riwayat chatku langsung dihapus, jadi abis aku chat dengan dia, dia balas, abis itu langsung clear chat, makanya sama sekali tak ada riwayat chat antara aku dan dia. itulah mengapa di postingan blog ini, sengaja ku munculkan kembali historis chat yang telah terhapus itu. sampai kapan dia akan memberlakukan clear chat kepadaku???? hingga nanti ada suatu momen dimana pada akhirnya dia berhenti untuk melakukan clear chat, ).

Okay balik lagi ke cerita,

jangankan ngajak bertemu lagi untuk ngomong secara langsung.
Kehadiranku untuk berkunjung pun belum tentu diterima olehnya.
Pakai jalur lewat sahabatnya juga buntu,
maka saluranku satu-satunya adalah,
lewat chat.







::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

PURWOKERTO KEMBALI
(Desember 2021)

ambil kereta pagi, hari itu sempat tertinggal kereta trus akhirnya alhamdulillah jadi sempet meet up sekalian sarapan dadakan dengan circle Jakarta




ning kutho iki, aku nemoni, 
wong sing paling tak tresnani, sing tak sayang-sayang....


itu adalah sepenggal lagu hits karya Guyon Waton.
Lagu itulah yang terngiang ketika akhirnya setelah hampir 2 tahun,
aku menginjakkan kaki lagi di bumi Banyumas.

Aku dan dia janjian bertemu sore hari di sebuah kafe di Purwokerto,
sebelum melanjutkan dengan Nonton Spiderman No Way Home.
cuaca sore itu sedang hujan, menciptakan romansa tersendiri.  

Setelah nonton, aku dan dia menuju ke Purbalingga,
naik Grabcar,
sengaja saat itu aku request Radio Paduka FM.
salah satu Radio yang menjadi favorit untuk streaming di perantauan.

Malam itu, aku kembali menginap di JFive Guest House.

bertemu kembali dengan Ibu ramah penjaga Jfive, 


dengan sedikit terkejut, ketika melihatku dia langsung menghapaliku,

dia menyapa
"Lhooo.. Mas Irfan ya?"
"Yang dulu ngilangin kunci itu yaa?" (dalam hatiku- yaampuunnn kenapa itu yang diingat siii)

"gimana kabarnya mas irfan?"
"pas liat data pengunjung Irfan, saya gak nyangka kalo Mas Irfan yang ini, soalnya ada 2 Irfan, satunya yang surabaya"
"gimana.. gimana?"
"udah lama banget gak kesini"


aku menjawab kabar,
dan sedikit menceritakan apa yang terjadi karena Ibu ini kan tau aku ke Purbalingga ya tujuannya main ke seseorang. Beliau masih ingat itu.

"yaaaa, gpp mas. Ibu dulu itu sama suami juga balikan gituu kok ceritanya"
"justru yang balikan gituuu biasanya malah jadi lho mas.. blablablaaa" 

"eee. ee.. iya buk"

Malam itu okupansi Jfive tak rame, dan aku masih bisa memilih kamar favorit,
yaitu kamar depan, yang ada balkonnya.





...........................................................
 
esoknya aku janjian untuk jalan pagi, sekaligus motoran keliling Purbalingga.
menikmati suasana Kota Kecil di kaki gunung Slamet.

Jembatan Gantung, dia takut lewat sini.





"zal minta tolong pegangin hpku dong, viwenya bagus, aku pengen punya dokumentasi"

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Menyampaikan Arah (Januari 2022)

aku tidak akan menyiakan kesempatan kedua, lagipula di awal juga sudah ditegaskan kalo ini adalah serius, bukan maju mundur. 
aku dan dia sudah sepakat untuk mengagendakan saling memperkenalkan ke orang tua masing-masing.
Dan sebelum aku dan dia bertemu di Madiun, maka di pertengahan Januari 2022, selesai kondangan seorang Sahabat kuliah yang acaranya diselenggarakan di Bogor, aku langsung lanjut menuju Purbalingga. Dalam rangka menyampaikan arah, menyamakan persepsi dan tujuan mau dibawa kemana cerita aku dan dia ini, sebelum seminggu kemudian memperkenalkan ke orang tua masing-masing.

...........................................................................................................................................................







Terminal Purbalingga Minggu sore.
di ruang tunggu, sambil melihat lalu lalang bis Angkatan Wonosobo mulai masuk Terminal,
duduk bersama menghabiskan waktu tersisa sebelum bis Rosalia Indah tiba,
dan saat aku dan dia berpisah, ada magic word yang selalu ku rindukan. yang pernah lebih dari satu tahun aku merasa kehilangan.
"Selamat menyambut Senin Pagi"

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Madiun dan 
Teringat 10 Tahun Lalu (Januari 2022)

Aku menginjak lagi teras tempat tinggalnya di Madiun.
lagi?? yaaapss.

Aku kembali teringat 10 tahun silam,

Pada sebuah malam minggu, aku diajak "Konco Plek"(sahabatku) ke rumah ini.

Yaaaa, jadi dulu, kawanku ini naksir sama dia.
dan Kawanku minta aku untuk menemani dolan ke rumah dia. 
Pada malam itu aku cuma bisa cengar-cengir jadi obat nyamuk.

yaaa, lucu aja siii kalo mengingat itu.
...............................................................................
saling mengenalkan orang tua sudah,
lalu aku menyampaikan ke dia niat melamar,
dan yaaa.
dia okeee,
dia akan istikharah dengan tujuan untuk semoga lebih memantapkan hati.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Semarang-Solo-Sukoharjo dan Hari Patah Hati (Januari 2022)


Aku bertemu dengan Ayahnya, untuk menyampaikan niat melamar,
Hari Sabtu aku dan dia lanjut mencari cincin, sayangnya pencarian di Semarang gagal karena hal nonteknis wkwk. Perburuan berlanjut besoknya bersamaan dengan kondangan temen kantornya yang acaranya berlangsung di Sukoharjo. Sebelum ke Sukoharjo, kami mampir ke Solo dulu untuk mencari sesuatu, namun saat itu untuk model yang kami suka barangnya tidak ada(perlu inden).

Yaudah deh cusss Kondangan dulu. 
di Kondangan tersebut, merupakan kali pertama aku dan dia go public di depan orang-orang kantornya, dan yang terjadi saat itu, dengan sedikit bercanda versi Mbak Galuh(partner kerja Dia), hari itu merupakan hari patah hati tim futsal kantornya (para cowo lajang disana).

dari kondangan, kami melanjutkan perburuan di toko Sukoharjo, lalu berpindah ke sebuah Mall di Solo Baru, sebelum akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Solo.

Filosofis sekali yaa. setelah kesana kemari, pada akhirnya balik lagi ke awal.


Kami baru sampai Semarang malam, sempat pulang rumahnya bentar, lalu ku antar dia ke Pandanaran untuk naik Travel ke Purbalingga. Sedangkan aku, langsung menuju agen bus shantika di kalibanteng.

Perjalanan luar kota ini ku lakukan secara ilegal, diam-diam tanpa izin.

dan tebak apa yang terjadi di agen bus? yaaa. aku ketemu Pak G. (kasi bidang sebelah di kantorku)
untung saja aku sama Pak G ini itungannya klop lah. sama-sama Badmin, beberapa kali Solat bareng juga. dan yaakk kita sepakat untuk tau sama tau ajalah yaaa.. meskipun aku ini statusnya adalah pelaksana unit kepatuhan hahahaha. 



[ Dah ceritanya sampe sini aja. ]

[ part selanjutnya : unlocked hidden story ]

Motifnya hampir sama






 

 

 

 

 

 







 


Comments